BERGANTUNGLAH KEPADA ALLAH

Senin, 02 Maret 2009

Semalam saya berbincang dengan seorang teman yang intinya adalah menyatakan bahwa ternyata kini masyarakat kita tengah dilanda “penyakit”¬†Wahn…apakah penyakit Wahn itu..?
Dalam sebuah riwayat Rasullullah bersabda bahwa kelak umatku akan diperebutkan seperti sebuah makanan yang disajikan namun disekitarnya dikelilingi oleh anjing. Kemudian salah seorang sahabat bertanya,”mengapa hal demikian sampai terjadi ya Rasul? apakah karena jumlah kita yang sedikit?” Kemudian Rasulullah menjawab,”tidak. Justru ketika itu umat islam bertambah banyak.” Dan sahabat pun bertanya kembali,”lalu apa yang terjadi dengan mereka ?” Rasul menjawab, “mereka semua terkena penyakit wahn..” Dan sahabat kembali bertanya,”apakah yang dimaksud penyakit wahn itu ya rasulullah?” Rasul menjawab,”wahn adalah penyakit cinta dunia dan takut mati…”
Shodaqurrasul yaa karim…Rasulullah telah berkata benar dan tepat. Lihatlah kondisi umat islam sekarang. Kita memang mungkin berada di tengah,sebagai center of interest. Tapi lihat pulalah betapa banyak orang yang mengelilingi ingin menghancurkan islam..!
Dan sebenarnya yang paling berbahaya sebenarnya bukanlah musuh yang datang dari luar islam, melainkan adalah musuh yang ada didalam tubuh umat islam sendirilah yang harus kita waspadai.
Agar kita tidak dihancurkan sebenarnya ada satu jalan. Apakah itu ?
Iqra yaa ayuhal muslimun…bacalah wahai orang-orang islam…bacalah Al Qur’an mu, bacalah kondisi alam dan jaman ini.
Dan mungkin kita akan menjawab seperti yang dahulu Muhammad alami, yaitu..maa ana bi Qari..saya tidak dapat membaca. Apa yang harus kita baca…?
Maka kini kita ikuti sunnah Rasul tersebut…(jangan cuma sunnah Rasul yang tiap malam jumat saja yang kita jalani).
Sebagai bahan bacaan untuk kita semua adalah bahwa selain penyakit¬†wahn tadi ternyata umat sekarang sudah sedemikian bobroknya. Mereka lebih percaya kepada selain Allah. Kini telah terjadi “penyembahan-penyembahan” kepada selain Allah….
to be continued..

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

WAHAI ORANG YANG BERSELIMUT !

Senin, 04 Mei 2009

Sahabat…terkadang kita tidak sadar sedang menutupi diri dengan selimut yang begitu tebal. Sehingga kita terkukung, dan menjadi pribadi yang tidak comfortable. Ketidaknyamanan itu pertama kali tentunya akan menyerang diri sendiri, karena masing-masing pribadilah yang menjalani itu semua. Dari adanya ketidaknyamanan pribadi tersebut barulah kemudian akan menjangkiti orang disekitar kita. Terjangkit bukan berarti mereka akan melakukan hal yang sama dengan kita, namun orang akan melihat adanya perubahan dalam diri kita. Orang akan merasakan kita sebagai pribadi yang tertutup, atau sebagai pribadi yang tidak menarik. Pada akhirnya kita akan semakin merasa terkucil dikarenakan ke engganan orang untuk berinteraksi dengan kita. Bentuk selimut diri itu bermacam-macam ada yang berupa egoisme, keangkuhan, keterpurukkan nasib, kemalasan, ketakutan, nafsu syahwat, dan lain sebagainya. Selimut-selimut diri semacam inilah yang harus kita lipat dan buang jauh-jauh. Pada hakikatnya selimut adalah sebuah benda yang berguna untuk menutupi diri, tapi kondisi itu biasanya hanya bersifat temporer. Begitupun kita dalam menghadapi selimut diri semacam itu, mungkin memang hal-hal seperti itu akan menimpa kita. Namun yang menjadi tidak baik adalah manakala hal ini dipertahankan untuk menjadi permanen. Jadi, kenalilah selimut-selimut diri yang dapat mengukung kebebasan kita selaku hamba Allah. Dan manakala kita merasa sudah terselimuti, maka bebaskan segera diri kita agar jangan sampai selimut itu menyelimuti terlalu lama. Kemudian bangkit dan beri peringatan, terutama kepada diri sendiri dan untuk orang lain. Peringatan untuk diri sendiri bisa berupa kewaspadaan dan pengenalan terhadap aneka selimut diri yang pernah menyelimuti dan kemudian diteruskan dengan sebuah langkah untuk mengantisipasi manakala akan terjadi lagi “penyelimutan diri”. Peringatan untuk orang lain adalah sebuah bentuk sosialisasi kita tentang aneka selimut diri tadi, dan menyampaikan langkah kongkrit agar orang tidak menjadi individu yang gemar berselimut. Dan besarkanlah Allah SWT selalu ! tanpa kita libatkan kehadiran DIA, maka kesemuanya hanyalah sebuah perbuatan yang sia-sia saja. Karena potensi dan kecenderungan setiap manusia adalah senantiasa condong ke arah kesesatan. Jadi hadirkan DIA di dalam setiap hembusan nafas dan derap langkah kita selanjutnya hingga pada akhirnya kita menjadi pribadi-pribadi paripurna yang tanggap, tanggon dan trengginas……..

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JERIT MEMOHON UNTUK TUHAN

Jumat, 08 Oktober 2010

Ketika udara sedang sangat panas dan mentari bersinar terik seorang kuli panggul di sebuah gudang beras berjalan tergopoh dengan menanggung beban berat di punggungnya. Peluh menetes di sekujur tubuhnya di iringi dengan semerbak bau tubuhnya yang khas, ia menyeka peluhnya itu. Buah jakun di tenggorokannya turun naik menandakan dahaga sedang menyerangnya. Kemudian ia pun duduk di beberapa tumpuk karung beras yang beberapa waktu lalu di panggulnya. Ia seka keringat yang menetes di dahinya seraya berkata, “Ya Allah…panas banget ni hari…ujan dong..Ya Allah turunin ujan buat kita dong…saye kagak kuat lagi nih…tolong Ya Allah..tolong….”

 

Sementara di tempat lain dalam waktu yang bersamaan Hujan deras disertai angin dan halilintar sedang terjadi. Seeorang pengendara motor memarkir motornya di bawah fly over, ia berteduh setelah pakaiannya basah kuyup dengan hujan yang datang tiba-tiba. Ia sedikit memeras pakaiannya itu. Dan bergumam, “Ya Tuhan..perasaan tadi berangkat panas banget, kenapa sekarang jadi hujan begini deras ya…? Tuhan…pakaianku basah kuyup, tapi untuk pulang lagi waktunya ga mungkin ke kejar…Tuhan…tolong dong kasih panas kayak tadi…aku pingin datang on time nih ya Tuhan…bisa berabe kalo nggak…Plissss…”

 

Dan tak jauh dari sana hiduplah sepasang suami istri yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hujan deras kali ini benar-benar membuat mereka repot. Genting mereka bocor di sana-sini, lantai yang hanya plesteran semen itu pun jadi licin karena beberapa sudutnya mulai sedikit tergenang. Sang suami sibuk mencari wadah untuk air hujan yang bocor ke rumah reot mereka. Sementara sang istri terlihat sibuk menenangkan kelima anaknya yang masih berusia di bawah sepuluh tahun.

 

“Eh pade diem ngape sih lu ! kagak liat ape ni rumah bocor ! noh liat baba lo sibuk nampanin aer ujan…! Kapok dah gue nih punya anak ! Gara-gara lo nih sering-sering minta begituan ! Kerja kagak lo !” Sang Istri terlihat begitu senewen

 

“Heh..enak aja lo nyalahin gue ! Dasar lo aja yang kesuburan ! ibarat kate di senggol doang jadi ! Pan gue iseng…namanya juga pengangguran, ya daripade nganggur trus ngelamun jorok kan mending begituan, Halal !” balas Sang suami

 

“Ya Alloh…tolong jangan bikin subur rahim gue lagi dah…! capek jadi orang miskin yang banyak anak begini…!”

 

Dalam jeda waktu yang tak beberapa lama di gudang beras, si Kuli panggul telah melanjutkan pekerjaannya. Ia kembali mengangkut beras dari truk ke gudang. Ia melewati tuannya yang sedang menelepon istrinya.

 

“Sayang…sudahlah…kita baru menikah lima tahun…jangan terlalu di pikirin…” Ujar si Tuan menenangkan istrinya di ujung sana yang terdengar menangis.

 

“Nggak di pikirin gimana sih yang ! Adik-adikku sudah pada hamil ! Kamu tau kan tuntutan orang tua kita ? ”

 

“Ya, habis mau giman lagi..? Segala cara udah kita lakuin kan ? Tes terakhir kita berdua dinyatakan sehat malah…apa lagi yang harus kita lakuin hah ? duit kita aja udah abis puluhan juta !”

 

Dan setelah itu terjadi perdebatan sengit diantara mereka dengan diakhiri terputusnya telepon karena masalah sinyal.

 

“Halo..halo..yank…Hufff…” Si Tuan menghela nafas

 

Pikirannya terasa lelah, dan jiwanya pun terasa kian lelah oleh permasalahan itu. Dan ia pun berkata, “Tuhaaaan…dimana keadilan Mu ? Ada sementara orang yang kumpul kebo kau beri anak, tapi kami pasangan resmi yang berada di bawah naungan Mu tak kau beri anak hingga usia pernikahan kami yang ke lima ! Tuhaaaannn….berilah kami anak…satuuuu ajaaa…”

 

Waktu pun terus bergulir tanpa kita tahu apa yang terjadi di balik rahasia setiap tempat dan kejadian yang berlangsung terus…

 

Dan ternyata, banyak dari kita yang masih kurang mensyukuri atas ni’mat dan kehendak Allah SWT…Naudzubillahi min dzalik…semoga itu bukan kita…dan bila terjadi mari segera syukuri terhadap apapun yang telah DIA berikan kepada kita….

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

TAHU

Jumat, 08 Oktober 2010

Pagi ini kembali Allah SWT membisikkan Hikmahnya ke relung kalbu ini…
Berawal dari sebuah Tahu yang terjatuh dari dapur kami, beberapa tahu yang baru terbeli itu hancur seketika. Awalnya aku tak begitu tertarik karena itu hanya sebuah kejadian biasa. Namun, tiba-tiba…Eureka ! aku mendapatkan sebuah ide dan juga sebuah pelajaran baru tentang peristiwa yang dianggap biasa oleh siapapun itu.
Aku jadi teringat dengan kegagalan-kegagalanku dalam menghadapi ujian hidup, begitupun dengan kegagalan beberapa orang yang ada di sekitarku, baik yang di “curhat”kan secara langsung atau hanya sekedar mengetahui sepintas lalu.
Rata-rata orang ketika sedang mengalami kegagalan memiliki kecenderungan untuk terpuruk. Seolah kegagalan itu adalah kiamat alias kehancuran total. Seolah kegagalan itu adalah sebuah kenistaan tingkat tinggi, dan tidak akan mungkin dapat di kembalikan atau di carikan solusi terbaik dari hal itu.
Melihat tahu yang hancur itu sepintas kita pun akan merasa sama, namun sesungguhnya tahu itu masih bisa di olah serta kembali di konsumsi. Memang, secara bentuk memang kita tak bisa membuat tahu goreng, tahu bacem, atau olahan tahu lain yang masih menghendaki tahu yang berbentuk kenyal itu. Tahu itu masih tetap bisa di nikmati dengan diolah menjadi pepes tahu misalnya…atau jenis masakan lain (Mungkin chef Farah Quin lebih ahli dalam hal ini..)
Begitu pun manusia yang gagal dalam setiap kehidupannya…harusnya ia tak boleh terpuruk, minder, trauma, apalagi paranoid. Selama Tuhan masih memberikan waktu bernafas yang cukup sesungguhnya semua itu masih dapat teratasi.
Kita seringkali menyalahkan masalah, orang lain serta situasi yang terjadi karenanya, padahal sesungguhnya sikap kita lah yang salah dalam menanggapi setiap masalah yang terjadi tersebut. Betul, memang ada andil dari faktor eksternal, namun bukan berarti itu sebuah kesalahan mutlak. Bukankah kita juga pernah melakukan kesalahan, lantas mengapa kita begitu senang menyalahkan bukannya mencari jalan keluar atas apa yang terjadi. Padahal itulah yang tentunya di butuhkan segera untuk di selesaikan…
Ketika Tahu hancur, harusnya kita melihat mengapa tahu itu bisa hancur, dan seharusnya kita berusaha memahami minimal ingin tahu mengapa tahu itu bisa hancur. Begitu pun yang kulakukan saat tadi. Begitu kulihat tahu hancur timbul sebuah pertanyaan di benakku, bahan apa sih yang menyusun tahu itu. Lalu bagaimana proses pembuatan tahu sampai ia bisa seperti yang kita lihat sekarang hingga sebelum tahu itu hancur…
Dan inilah info yang kudapat..
Tahu adalah hasil olahan dari kacang kedelai,begitupun dengan tempe, kecap dan susu kedelai. Tahu yang dominan dengan kacang kedelai ini memiliki kandungan protein yang tinggi.
Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 – 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung,tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering.
Dan ini proses pembuatan Tahu :
CARA PEMBUATAN
1) Pilih kedelai yang bersih, kemudian dicuci;
2) Rendam dalam air bersih selama 8 jam (paling sedikit 3 liter air untuk 1 kgkedelai). Kedelai akan mengembang jika direndam;
3) Cuci berkali-kali kedelai yang telah direndam. Apabila kurang bersih makatahu yang dihasilkan akan cepat menjadi asam;
4) Tumbuk kedelai dan tambahkan air hangat sedikit demi sedikit hinggaberbentuk bubur;
5) Masak bubur tersebut, jangan sampai mengental pada suhu 700 ~ 800C(ditandai dengan adanya gelembung-gelembung kecil);
6) Saring bubur kedelai dan endapkan airnya dengan menggunakan batu tahu(Kalsium Sulfat = CaSO4) sebanyak 1 gram atau 3 ml asam cuka untuk 1 litersari kedelai, sedikit demi sedikit sambil diadauk perlahan-lahan.
7) Cetak dan pres endapan tersebut.

(Sumber :http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/pangan/piwp/tahu.pdf)
Mari kita kembali ke diri yang sedang mengalami kegagalan tadi…
Seharusnya setiap diri yang gagal itu pun mampu mengurai setiap masalah yang terjadi hingga ia memahami potensi apakah yang sesungguhnya ia miliki. Orang yang putus asa adalah karena ia sudah tertutup dengan masalahnya itu dan enggan keluar dari kondisi itu.

Jadi alangkah baiknya kita keluar dari kondisi itu dan melakukan pemetaan masalah, sehingga tanpa di sadari emosi yang tercurah tidak akan menghamburkan begitu banyak energi di tubuh kita.
Lihatlah contoh kasus tahu yang hancur itu…apa kita pernah mengetahui bahwa ternyata protein dari kedelai kadarnya sangat tinggi. Bayangkan dibanding dengan daging, ternyata kadar protein tahu yang notabene nya dari tahu ternyata lebih tinggi.
Sahabat…ada baiknya kita pun menghargai sebuah proses…bila tahu yang ternyata memiliki proses begitu panjang dan tidak mudah untuk menjadi sebuah tahu, sepertinya tidak pantas bila tahu yang hancur langsung kita buang bukan ?
Begitupun diri kita, bertahun-tahun kita hidup dengan mengalami jutaan peristiwa, bahkan persaingan menuju sukses sudah terjadi ketika manusia masih dalam bentuk sperma serta ovum, namun begitu kita merasa gagal lantas kita hancurkan diri dengan berputus asa.
Orang sukses adalah bukan orang yang tak pernah gagal, tapi ia selalu berhasil mengatasi kegagalannya dengan sikap terbaik !
Sahabat….mari hari ini kita belajar dari sebuah Tahu…agar kita menjadi lebih Tahu dan mendapatkan pengetahuan baru dalam mengatasi kegagalan…
Tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi anda adalah makhluk paling sempurna yang telah diciptakan Tuhan ! Janganlah kita pungkiri hal itu…bersikaplah sempurna, yaitu dengan senantiasa tunduk kepada Sang Maha Sempurna…Allah Subhanahu Wa Ta’ala…
Wallahu a’lam…

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment